BISNIS ONLINE SYARIAH, DICARI AGEN DAN DISTRIBUTOR SELURUH INDONESIA CALL 085227044550


BAHAYA OBESITAS PADA ANAK - ANAK


Obesitas selain menyerang orang dewasa ternyata sekarang menyerang anak-anak juga.  Tentu saja anak-anak yang mengalami obesitas sangat rentan beberapa penyakit membahayakan.  Dibawah ini sengaja saya kumpulkan beberapa resiko yang mungkin dialami oleh anak yang mengalami obesitas dengan harapan para orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya agar tidak terserang obesitas.  Caranya diantaranya adalah dengan memberikan secara tepat dan proporsional herbal XAMSLIMER DARI TOKO ONLINE www.waralabaxamslimer.com HP: 085227044550 . BAHAYA OBESITAS BERIKUT SELAIN MENYERANG PADA ANAK-ANAK TENTU SAJA PADA ORANG TUA JUGA.

BAHAYA OBESITAS PADA ANAK – ANAK

1. Gangguan pernapasan

2. Serangan asma

3. Meningkatkan resiko serangan penyakit jantung

4. Meningkatkan resiko terkena diabetes

5. Meningkatkan resiko darah tinggi

6. Meningkatkan resiko Aterosklerosis

7. Meningkatkan resiko kolesterol tinggi

8. Gangguan bergerak

9. Gangguan pertumbuhan

SUMBER REFERENSI :

1. http://health.kompas.com/read/2012/04/02/15040889/Penyakit.Jantung.dan.Diabetes.Ancam.Bayi.Gemuk

2. http://www.tumbuhsehat.com/index.php?option=com_content&view=article&id=125&Itemid=77

3. http://majalahkesehatan.com/mencegah-obesitas-pada-anak/

4. www.waralabaxamslimer.com


Mencegah Obesitas pada Anak



obesitas Mencegah Obesitas pada Anak
Seiring peningkatan taraf hidup, kini semakin banyak saja anak Indonesia yang mengalami kegemukan atau bahkan obesitas. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak menyadari bahaya kesehatan dan kejiwaan yang mengancam di balik kegemukan tersebut.

Dampak negatif kelebihan berat badan anak melebihi kelucuan penampilannya. Anak-anak yang kegemukan:

Kenaikan risiko kesehatan antara lain terkait dengan kegemukan di masa dewasa. Bila anak Anda kegemukan, kemungkinannya jauh lebih tinggi bahwa dia juga kegemukan di usia dewasa. Peluang itu meningkat seiring usia. Sekitar 20 persen anak-anak berusia 4 tahun yang kegemukan mengalami masalah berat badan di usia dewasanya.  80 persen remaja yang kegemukan juga tetap gemuk hingga dewasa.

Apakah anak Anda memiliki masalah berat badan?

Tidak semua anak berberat badan ekstra dikategorikan kegemukan atau obesitas. Beberapa anak memiliki kerangka tubuh lebih besar dari rata-rata. Anak-anak juga biasanya memiliki jumlah lemak tubuh yang berbeda di berbagai tahap pertumbuhannya. Jadi Anda tidak dapat mengetahuinya hanya dengan melihat berat badan anak.

Dokter dapat membantu mengetahui apakah anak Anda sudah kegemukan. Untuk melakukan hal ini, dokter akan menghitung indeks massa tubuh anak Anda (BMI). BMI menunjukkan apakah anak Anda kelebihan berat badan menurut usia dan tinggi badannya.

Menggunakan grafik pertumbuhan, dokter lalu membandingkan BMI anak Anda dengan BMI anak lain seusianya yang berjenis kelamin sama. Jadi, misalnya,  bila Anda diberitahu bahwa anak Anda berada di persentil 80 artinya 80 persen anak lain seusianya yang berjenis kelamin sama memiliki BMI lebih rendah darinya.

Tanpa mempertimbangkan faktor lain, anak yang memiliki BMI menurut usianya dalam rentang persentil 85  s.d. 94 disebut kegemukan, dan bila di atas 95 disebut obesitas.

Bila Anak Anda kegemukan

Kebanyakan masalah berat badan disebabkan oleh terlalu sedikit gerak badan dan terlalu banyak makan. Sebagian besar anak-anak yang kelebihan berat badan tidak perlu diet. Mereka hanya perlu didorong sedikit mengubah pola makan dan lebih aktif secara fisik. Ketika mereka tumbuh lebih tinggi, berat mereka harus tetap sama atau meningkat dalam jumlah normal.

Dorong anak Anda untuk melakukan kebiasaan berikut yang dapat berlangsung seumur hidup:

  • Batasi jumlah makanan dan minuman tinggi kalori dan gula seperti coklat, minuman bersoda, biskuit, kue, dan es krim. Anda dapat menggantinya dengan yang lebih sehat seperti seperti buah-buahan, jus buah, agar-agar, kripik sayuran, dan susu rendah lemak.
  • Masak makanan dengan dibakar atau dikukus. Ayam, ikan dan sosis bukan hanya lebih lezat bila dibakar, namun juga memiliki kandungan lemak lebih rendah.
  • Beri contoh yang baik dengan kebiasaan makan Anda sendiri.
  • Ajarkan anak Anda untuk makan lebih lambat dan menikmatinya, karena dia akan merasa lebih cepat kenyang dan cenderung tidak makan berlebihan pada waktu makan.
  • Lakukan kegiatan makan bersama dalam satu keluarga sesering mungkin.
  • Jangan jadikan makanan cepat saji sebagai acara rutin mingguan.
  • Kurangi makanan ringan yang dimakan sambil beraktivitas. Jangan biarkan anak Anda makan sambil menonton televisi atau melakukan pekerjaan rumah.
  • Dorong anak Anda untuk “mendengarkan perutnya” dan makan hanya ketika lapar, bukan karena kebiasaan, dan berhenti makan bila dia sudah kenyang.
  • Ajari anak untuk memesan makanan sehat ketika makan di luar, misalnya lebih memilih menu gado-gado daripada sate kambing.
  • Tetapkan batas waktu nonton TV dan bermain komputer. Dorong anak Anda untuk melakukan kegiatan aktif sebagai gantinya. Anak-anak harus melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari
  • Lakukan acara olahraga keluarga seperti berjalan kaki, naik sepeda, berenang atau bermain bulu tangkis.
  • Dorong anak untuk berjalan atau bersepeda ke sekolah atau ke toko, tidak selalu naik mobil atau motor.

image: source

sumber: http://majalahkesehatan.com/mencegah-obesitas-pada-anak/


OBESITAS PADA ANAK

ATASI OBESITAS DENGAN HERBAL XAMSLIMER DARI TOKO ONLINE www.waralabaxamslimer.com HP: 085227044550

Menurut penelitian yang dilakukan Rumah Sakit Anak Mott Poll Nasional Kesehatan Anak, Universitas Michigan, AS, obesitas adalah masalah kesehatan yang paling penting bagi anak-anak pada tahun 2008.

Dari penelitian tersebut, ditemukan faktor terbesar yang membuat anak kelebihan berat badan adalah gaya hidup tidak sehat. Seperti, tidak memperhatikan asupan makanan, dan tidak mendapatkan anak-anak secara aktif terlibat.

Karena itu, perubahan gaya hidup anak-anak di rumah. Agar penyakit yang disebabkan oleh obesitas tidak berhenti di tubuh bayi Anda.

Undang bergerak
Membuat anak Anda melakukan banyak aktivitas fisik. Setidaknya dalam sehari ia harus bergerak selama 60 menit. Berpartisipasi dalam olahraga seperti basket, karate atau berenang bisa menjadi alternatif. Selain anak Anda dapat bekerja keluar, dia akan mendapatkan teman baru dan semangat sportivitas asuh.

Rancangalah permainan di luar ruangan. Seperti bersepeda atau bermain bola. Kegiatan sehingga sedikit lebih terbuka.

Buah dan sayur saham

Memperluas penyimpanan buah dan sayuran dalam lemari es. Jadi, ketika anak Anda untuk ngemil, dia akan makan buah. Jangan lupa untuk selalu selipkan sayuran bayi Anda dalam menu. Sayuran dan buah-buahan akan memberikan banyak asupan vitamin alami pada tubuh bayi Anda.

Jangan memberikan banyak camilan manis seperti permen dan coklat di rumah. Makanan manis akan membuat kecanduan. Mengganti persediaan minuman ringan dengan air mineral, susu segar dan jus buah.

Batasi waktu di depan TV dan komputer.
Jangan biarkan anak Anda menonton televisi terlalu banyak atau bermain game komputer. Batasi hanya maksimal 2 jam per hari. Terlalu banyak menonton atau bermaian komputer membuat anak malas untuk aktivitas fisik dan dapat menyebabkan obesitas.

Tidak menempatkan televisi di kamar. Dengan televisi di ruangan untuk membuat anak lebih untuk menonton sambil berbaring. Tentu saja bisa menyebabkan obesitas.

Sarapan setiap hari.
Dengan sarapan membuat anak Anda merasa kenyang dan merasa seperti ngemil berkurang. Untuk itu, Anda tidak boleh melewatkan sarapan. Buatlah menu sarapan yang mengandung komposisi lengkap, baik protein, karbohidrat, dan vitamin.

Biasakan makan di rumah.
Buatlah anak Anda puas sebelum ke luar rumah. Misalnya, sebelum perjalanan ke mal. Jadi dia tidak tertarik untuk makan camilan. Makanan di rumah di samping bersih sehat juga. Anda juga dapat mengontrol makanan bayi.

Berikan pujian
Jika anak Anda kehilangan berat badan penghargaan hibah dalam bentuk pelukan dan ciuman. Anda harus pendukungnya terbesar. Mengembangkan kesehatan fisik dia adalah harta yang berharga.

SUMBER : http://blogdokter-indonesia.blogspot.com

Obesitas pada Anak


ARTIKEL INI DI COPY PASTE DARI WEBSITE http://www.tumbuhsehat.com/index.php?option=com_content&view=article&id=130&Itemid=77

Bagian 1: Mencegah dan Menanggulanginya 

 

Banyak orang tua yang senang jika anak yang gemuk karena alasan “lucu” atau “menggemaskan untuk dicubit”. Benarkah anak yang gemuk itu sehat? Atau justru berbahaya?


 

 

Obesitas: masalah kesehatan global?

 

Obesitas merupakan suatu masalah kesehatan yang telah menjadi pandemi. Satu miliar penduduk di bumi mengalami obesitas. Jumlah kasus ini sudah melebihi jumlah kasus malnutrisi. Demikian pula pada anak. Dalam 30 tahun terakhir saja, ditemukan peningkatan kasus berat badan berlebih pada anak sebanyak 3 kali lipat. Sebanyak 22 juta balita di dunia memiliki berat badan lebih.

 

 Obesitas pada Anak

 

 

Faktor yang menyebabkan obesitas

 

Gaya hidup anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktu di sekolah dan di tempat kursus, dapat berpengaruh pada kejadian obesitas. Mereka jadi jarang beraktivitas fisik karena terus-menerus duduk. Hal ini masih ditambah dengan maraknya rumah makan siap saji dan menjamurnya ketersediaan layanan televisi, video, permainan, komputer, serta internet. Akibatnya anak tidak punya waktu atau pun kurang tertarik pada permainan-permainan yang dominan melibatkan aktivitas fisik.

 

Selain faktor-faktor gaya hidup dan makanan, anak juga dapat menjadi obesitas karena konsumsi obat-obatan yang efek sampingnya meningkatkan berat badan. Sebagian kecil anak mengalami obesitas karena penyakit genetik/bawaan.


 

 

Bahaya obesitas


 Obesitas pada Anak

 

 

Dampak buruk obesitas bagi anak-anak sama halnya dengan obesitas secara umum, kecuali perbedaan bahwa obesitas pada anak menimbulkan penyulit lebih dini. Dalam suatu studi ditemukan bahwa 50% anak berumur 2-15 tahun telah memiliki plak di arteri koroner mereka. Selain itu ukuran plak berkorelasi positif dengan indeks massa tubuh dan kadar lipoprotein. Artinya pola hidup yang salah dan obesitas akan meningkatkan kecenderungan seorang anak mengalami aterosklerosis, yaitu pengerasan dinding pembuluh darah akibat timbunan plak. Aterosklerosis terjadi bersamaan dengan kerusakan dinding pembuluh darah. Di samping itu pola makan berlebihan yang tinggi kalori juga memicu terjadinya diabetes lebih cepat.


Berikutnya di Obesitas pada Anak bagian 2:

Setelah memahami apa penyebab dan dampak yang dapat disebabkan oleh obesitas, kita akan membahas tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah dan mengatasi obesitas pada anak-anak.


 

 

Referensi:

Council on Sports Medicine and Fitness and Council on School Health. Active Healthy Living: Prevention of Childhood Obesity Through Increased Physical Activity. Pediatrics 2006; 117 (5): 1834-42.

Miller J, Rosenbloom A, Silverstein J. Childhood Obesity. J Clin Endocrinol Metab 2004, 89(9): 4211–4218

 

hn/mad/ts/016/A/q1-11

 

Obesitas pada Anak: Mencegah dan Menanggulanginya (Bagian 2)


 

Sebelumnya di Obesitas pada Anak bagian 1:

Obesitas adalah suatu masalah kesehatan global yang dapat berdampak serius pada kesehatan maupun psikis anak, bahkan sampai ke masa remaja dan dewasanya nanti. Apa sajakah yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah dan menanggulanginya?


 

 

Obesitas atau tidak?

 

Untuk orang dewasa, memastikan obesitas akan lebih mudah dengan rumus indeks massa tubuh (body mass index, BMI), yang dihitung dengan cara membagi berat badan dalam kg dengan kuadrat dari tinggi badan dalam meter. Pada anak besar, rumus ini dapat digunakan juga. Tetapi pada anak umumnya dipakai kurva pertumbuhan. Kurva ini serupa dengan kurva yang terdapat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Seorang anak dinyatakan obesitas apabila berat badannya berada di atas persentil 95 untuk umurnya ataupun tingginya; dan dinyatakan overweight (berat badan berlebih) apabila berat badannya berada di antara persentil 85 dan 95.


 

 

Apa yang dapat dilakukan

 

Anjuran terpenting untuk menanggulangi obesitas pada anak adalah pengelolaan aktivitas fisik dan diet (makanan). Anjuran pengelolaan aktivitas fisik dalam mencegah obesitas menurut American Academy of Pediatrics (2006):

 

1. Jangan perkenalkan televisi kepada bayi dan anak berumur kurang dari 2 tahun tidak diperkenalkan pada televisi terlebih dahulu. Setelah itu boleh, tetapi batasi jam menonton televisi (maksimal 2 jam per hari).

2. Ajak anak bermain di luar rumah. Pada usia batita tentunya semua dilakukan di bawah pengawasan orang tua. Permainan boleh mulai menggunakan konsep eksplorasi, eksperimen, serta kesenangan anak saat anak memasuki usia 4-5 tahun. Olahraga terstruktur seperti sepakbola, kasti, basket, dan hoki boleh diperkenalkan setelah anak masuk usia sekolah dasar. Kepada remaja sudah dapat dibiasakan untuk berolahraga yang penting untuk kebugaran tubuhnya (contoh: lari pagi, yoga, sepeda, jalan kaki).

3. Jaga lingkungan di dalam rumah agar memungkinkan bagi anak untuk bermain; khususnya pada anak balita.

4. Anjurkan anak untuk berjalan bersama orang tuanya sejak dini. Jangan dibiasakan menggendong anak terus-menerus. Kurangi kebiasaan naik mobil bersama anak jika ingin bepergian ke tempat yang dekat, ataupun kebiasaan mendudukkan anak dalam troli belanjaan.

 Obesitas pada Anak

Jika anak sudah telanjur mengalami obesitas, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

 

  1. Pengaturan diet: batasi porsi makan, kurangi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi kalori (seperti minuman soda, fast-food), dan kurangi cemilan. Pembatasan diet saja biasanya jarang berhasil menurunkan berat badan; karena harus ditunjang dengan olahraga.
  2. Olahraga: dianjurkan melakukan olahraga 60 menit sehari, intensitas sedang, dan dilakukan 7 hari dalam seminggu. Setelah berat badan turun, pertahankan aktivitas dengan olahraga 30 menit sehari, intensitas sedang, 5-7 hari dalam seminggu.
  3. Jika perlu konsultasikan kondisinya dengan dokter anak Anda.

 

 

 

 

Referensi:

Council on Sports Medicine and Fitness and Council on School Health. Active Healthy Living: Prevention of Childhood Obesity Through Increased Physical Activity. Pediatrics 2006; 117 (5): 1834-42.

Miller J, Rosenbloom A, Silverstein J. Childhood Obesity. J Clin Endocrinol Metab 2004, 89(9): 4211–4218

 

hn/mad/ts/016/B/q1-11

 

 



Wanita Obesitas Tak Puas Saat Berhubungan Seks

TENTU SAJA BANYAK SEKALI CARA MENCEGAH OBESITAS / KEGEMUKAN DIANTARANYA ADALAH DENGAN KONSUMSI HERBAL XAMSLIMER DARI TOKO ONLINE www.waralabaxamslimer.com Hp: 08522704455

DENGAN HERBAL INI ANDA BISA MENCEGAH DAN MENGATASI MASALAH-MASALAH YANG TIMBUK KARENA OBESITAS.

07/05/2011 17:14 | Info Kesehatan
Liputan6.com, Los Angeles: Apakah berat badan berhubungan dengan kepuasan Anda saat melakukan aktivitas seksual? Sebuah penelitian di Durham, Amerika Serikat, yang melibatkan 134 wanita dan 91 lelaki membuktikan mayoritas pemilik kelebihan berat badan mengeluh lantaran tak puas ketika berhubungan seks.

Para peneliti tidak terkejut. “Temuan kami berkontribusi pada pertumbuhan badan penelitian yang menunjukkan obesitas berhubungan dengan berkurangnya fungsi seksual dan kualitas kehidupan seksual,” kata seorang profesor Duke University Medical Center.

Dalam studi itu, peneliti mengajukan angket berisi sejumlah pertanyaan langsung. Apakah Anda merasakan orgasme? Apakah berfantasi membangkitkan daya seksualitas Anda? 

Jawaban peserta menegaskan bahwa wanita kelebihan berat badan begitu rentan dengan ketidakpuasan. Peneliti pun membandingkan jawaban itu dengan penderita kanker pada 2006 dan kelompok masyarakat umum. Faktu baru ditemukan. Pria obesitas lebih puas beraktivitas seksual, dibandingkan laki-laki penderita kanker.

Menyedihkan mendengar bagaimana masalah kesehatan dapat memengaruhi kehidupan seks Anda. David Sarwer, profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Pennysylvania, mengatakan kepada USA Today bahwa penelitian ini dapat mendorong dokter untuk membantu pasien kelebihan berat badan dengan masalah seksnya. Pasalnya, stres psikologis yang disebabkan oleh kehidupan seks pun dapat menghambat kesehatan Anda secara keseluruhan.

Sarwer juga mengingatkan bahwa seks melibatkan lebih dari hubungan seksual. Maka Anda juga dapat meningkatkan keintiman dengan kecupan, pelukan, berpegangan tangan, atau segala aktivitas yang berbau romantis. Lantas, apakah berat badan Anda memengaruhi kehidupan seks Anda?(ASW/ARI) SUMBER http://kesehatan.liputan6.com/read/333217/wanita-obesitas-tak-puas-saat-berhubungan-seks

Anak Obesitas Cenderung Lakukan Seks Bebas

TENTU SAJA BANYAK SEKALI CARA MENCEGAH OBESITAS / KEGEMUKAN DIANTARANYA ADALAH DENGAN KONSUMSI HERBAL XAMSLIMER DARI TOKO ONLINE www.waralabaxamslimer.com Hp: 08522704455

DENGAN HERBAL INI ANDA BISA MENCEGAH DAN MENGATASI MASALAH-MASALAH YANG TIMBUK KARENA OBESITAS.

VIVAnews - Obesitas pada anak memang sebuah permasalahan serius jika tidak segera ditangani. Bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dampak psikologis.

Menurut penelitian tim dari Medical University of South Carolina, seperti dikutip dari Shine, anak perempuan yang mengalami obesitas cenderung berisiko melakukan hubungan seksual berisiko saat dewasa.

Dari penelitian diketahui anak perempuan yang obesitas memiliki kemungkinan jauh lebih besar berhubungan seks lebih awal, tanpa kondom dan dengan beberapa pasangan. Hal ini membuat mereka berisiko tinggi tertular penyakit kelamin, kanker bahkan HIV/AIDS.

Jangan panik dulu jika Anda memiliki anak perempuan yang mengalami obesitas. Ada empat pencegahan yang bisa Anda lakukan sebagai orangtua, agar risiko tersebut bisa ditekan.

1. Berbicara tentang seks sebelum anak puber
Dulu mungkin puber dialami saat anak berusia 11 atau 12 tahun. Tapi, saat ini mulai usia 7 tahun, banyak anak perempuan yang mengalami haid. Untuk itu sebaiknya bicarakan secara terbuka tentang seks dan risikonya, haid, dan hal kewanitaan lainnya yang akan mereka alami. Hal ini untuk mempersiapkan dirinya dan mencegah mereka melakukan perilaku seks berisiko.  

2. Budaya makan sehat
Untuk mengendalikan nafsu makan pada anak, sebaiknya dimulai dari makanan yang Anda siapkan. Jangan menyediakan camilan berlemak atau dengan kadar gula tinggi pada lemari makan. Cobalah untuk membuat kebiasaan makan sehat di keluarga. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kebiasaan makan anak.

3. Ekspresikan emosi
Ajarkan anak untuk melampiaskan emsoi dan perasaannya. Hal ini untuk pembentukan kepribadiannya agar tidak tertutup dan melampiaskan pada makanan atau pada hal negatif lainnya. Jangan segan juga untuk menceritakan perasaan Anda pada anak. Dengan begitu mereka akan terbiasa mendengarkan orang lain.  

4. Jangan menyerah
Untuk mengatasi masalah obesitas pada anak memang tidak mudah. Seringkali orangtua tidak tega dan ‘menyerah’ memberikan makanan yang diinginkan anak padahal berisiko pada kesehatan anak. Untuk itu, minta dukungan orang sekitar, dan jangan segan untuk berkonsultasi pada ahli gizi dan psikolog. (hs)

CARA CEPAT ALAMI ATASI OBESITAS DENGAN XAMSLIMER

TENTU SAJA BANYAK SEKALI CARA MENCEGAH OBESITAS / KEGEMUKAN DIANTARANYA ADALAH DENGAN KONSUMSI HERBAL XAMSLIMER DARI TOKO ONLINE www.waralabaxamslimer.com Hp: 08522704455

DENGAN HERBAL INI ANDA BISA MENCEGAH DAN MENGATASI MASALAH-MASALAH YANG TIMBUK KARENA OBESITAS.

BAHAYA OBESITAS DAN KOMPLIKASI PENYAKIT KARENA OBESITAS

TENTU SAJA BANYAK SEKALI CARA MENCEGAH OBESITAS / KEGEMUKAN DIANTARANYA ADALAH DENGAN KONSUMSI HERBAL XAMSLIMER DARI TOKO ONLINE www.waralabaxamslimer.com Hp: 08522704455

Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan dilema kesehatan yang mengerikan. Obesitas secara langsung berbahaya bagi kesehatan seseorang. Obesitas meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti:

Untuk mengatasi obesitas maka anda cukup konsumsi rutin xamslimer dari www.waralabaxamslimer.com dan andapun menjadi langsing dengan cepat dan sehat secara alami anam tanpa efek samping

cara mencegah obesitas secara tradisionla

TENTU SAJA BANYAK SEKALI CARA MENCEGAH OBESITAS / KEGEMUKAN DIANTARANYA ADALAH DENGAN KONSUMSI HERBAL XAMSLIMER DARI TOKO ONLINE www.waralabaxamslimer.com Hp: 085227044550 dan beberapa cara yang saya kutip berikut :

Terkadang, masalah kegemukan dikaitkan-kaitkan dengan unsur keturunan. Padahal, kegemukan itu lebih tepatnya diakibatkan oleh kebiasaan makan yang kurang sehat dan kurang berolahraga.

Tidak hanya orang dewasa saja yang harus menjaga berat badan yang sehat, tapi seharusnya sejak anak-anak pun bahkan sejak bayi lahir sudah harus menjada berat badan yang sehat.

obesitas menular cara mencegah obesitas secara tradisionla

Obesitas

Bayi dan anak-anak yang pertumbuhannya lebih dipercayakan kepada pembantu biasanya mengalami pertumbuhan terlalu cepat, salah satu di antaranya adalah terlalu gemuk. Ironisnya, banyak ibu yang justru merasa bahagia melihat anaknya gendut sekali. Padahal, anak-anak yang terlalu gemuk akan memiliki sel lemak yang berlipat ganda sejak bayi. Jumlah sel lemak tersebut bertahankan sampai tua. Bila dewasa nanti dan makan terlalu banyak, sel-sel tersebut mudah mengembang. Badan mudah menjadi gemuk dan kelak dapat berkembang menjadi obesitas.

Untuk menghindari diri dari yang namanya kegemukan, perlu diingat bahwa lemak di piring kita sebagian besar akan disimpan menjadi lemak di dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh dapat menjadi cepat gemuk. Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk menghindari kegemukan:

1. Kurangi Makanan Yang Di Goreng

Gorengan memang sedap, apalagi jika dimakan dengan lombok hijau yang pedas. Tapi seperti kita ketahui, lemak yang terkumpul dalam minyak bisa berakibat menjadi lemak yang tak bisa dinetralisir tubuh. Hasilnya tentu saja akan membuat penumpukan lemak di tubuh.

2. Makanlah Dengan Mengunyah (Kunyah) Secara Perlahan

Kunyahlah makanan secara perlahan-lahan dan cobalah menikmati makanan sewaktu berada dalam mulut. Dengan demikian akan menyebabkan lambung cepat kenyang dan membantu mencegah makan terlalu banyak. Nasihat lama yang masih boleh diikuti, kunyahlah makanan setidaknya 32 kali sebelum menelannya.

3. Ambil sedikit

Ambillah makanan pertama sedikit mungkin ke dalam piring foodlovers. Tambah sedikit demi sedikit bila masih lapar. Cara ini dilakukan agar foodlovers tidak merasa terpaksa harus menghabiskan makanan yang sudah berada di piring.

4. Tinggalkan Meja Makan Setelah Selesai Makan

Cara ini dilakukan untuk menghindari keinginan ngemil dan mengambil makanan dari sana-sini sehingga tak terasa perut menjadi terlalu kenyang.

5. Hindari Kadar Gula Dan Lemak Tinggi

Hindari makanan berkadar gula dan lemak tinggi seperti cake cokelat, kue-kue (pastries), lemak hewan, mentega, fullcream milk, jeroan, dan lain-lain.

6. Konsumsi Banyak Buah

Mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan karbohidrat dapat menjaga jumlah kalori yang masuk agar sesuai dengan kebutuhan.

7. Kurangi Minum Minuman Yang Bersoda

Minuman yang satu ini sebenarnya memang terasa segar begitu masuk di tenggorokan. Soda nya membuat rasa ‘gatal’ di tenggorokan menjadi hilang. Tapi minuman yang satu ini tak lebih baik untuk tubuh kita. Jadi sebaiknya, hindari atau minimal kurangi minuman bersoda.

8. Kurangi Menonton Televisi

Makin banyaknya acara menarik di televisi, termasuk film-film kartun dan sinetron, membuat anak-anak dan orang dewasa semakin lama duduk di depan televisi sambil ngemil. Keadaan demikian mendorong tubuh kurang gerak dan mudah menjadi gemuk.

SUMBER: http://lapar.com/makanplus/8-cara-jitu-menghindari-kegemukan/

BAHAYA OBESITAS

TENTU SAJA BANYAK SEKALI CARA MENCEGAH OBESITAS / KEGEMUKAN DIANTARANYA ADALAH DENGAN KONSUMSI HERBAL XAMSLIMER DARI TOKO ONLINE www.waralabaxamslimer.com Hp: 085227044550

Sebelumnya, peneliti mengkhawatirkan adanya kenaikan besar resiko obesitas selama 30 tahun terakhir. WHO, Organisasi Kesehatan Dunia, memperkirakan lebih dari 300 juta orang dewasa tergolong gemuk. Kegemukan itu menempatkan orang-orang dewasa pada peningkatan risiko untuk diabetes, hipertensi, penyakit jantung, asam urat, batu empedu, hati berlemak dan beberapa jenis kanker.


Switch to our mobile site